Budidaya ikan lele merupakan salah satu industri budidaya ikan yang cukup digemari di Indonesia, khususnya di Desa Mojopurno Dukuh Puntuk, Magetan, Jawa Timur. Seiring meningkatnya permintaan pasar, banyak peternak mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ikan lele. Salah satu solusi yang semakin mendapat perhatian adalah penggunaan pakan alternatif, khususnya maggot. Maggot, terutama larva BSF (lalat buah hitam), dikenal sangat bergizi dan merupakan pilihan ideal untuk pakan ternak.
Jika berbicara mengenai nilai gizi, maggot memiliki keunggulan besar. Dengan kandungan protein 30-40% dan kandungan lemak kurang lebih 30-35%, maggot memberikan nutrisi yang cukup bagi ikan lele untuk tumbuh maksimal. Pola makan ini sangat penting terutama pada tahap awal pertumbuhan ikan lele, karena kebutuhan proteinnya sangat tinggi. Selain itu, maggot juga mengandung asam amino yang penting bagi ikan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas daging ikan lele dan meningkatkan nilai pasarnya.
Salah satu aspek yang paling menarik dari penggunaan maggot adalah biaya pakan yang jauh lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Petani ikan lele di Desa Mojopurno dapat mengurangi biaya pakan hingga 50%, yang tentu saja berdampak positif pada profitabilitas peternakan. Dengan menggunakan maggot, petani tidak hanya dapat menghemat uang tetapi juga mendapatkan pakan yang lebih sehat dan bergizi. Selain itu, penggunaan pakan berbahan dasar maggot membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan ikan yang harganya kerap berfluktuasi di pasaran.
Pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2025, telah dilaksanakan pengenalan Maggot untuk pakan alternatif budidaya peternakan lele yang bertempat di rumah Bapak Arik oleh tim KKN-T PM Kelompok 37 diawali dengan pengenalan maggot dibersamai dengan penyerahan bibit maggot pada salah satu peternak lele. Maggot juga memainkan peran penting dalam pembuangan sampah organik. Proses budidaya belatung dapat dilakukan dengan memanfaatkan sisa makanan, limbah pertanian dan bahan organik lainnya. Dengan cara ini, peternak tidak hanya menghasilkan pakan berkualitas tinggi tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah yang ada. Hal ini sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan, yang menggunakan semua sumber daya secara efisien dan ramah lingkungan.
Kesimpulannya, penggunaan maggot sebagai pakan lele di Mojopurno memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya dan mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien, petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Diharapkan dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat, lebih banyak petani di Modjopurno yang mampu beralih ke pakan berbahan dasar maggot, memperkuat usaha mereka dan berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan secara keseluruhan.
0 komentar: